Virus Corona
merupakan penyebab penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penyakit ini memiliki
gejala yang hampir sama seperti gejala flu biasa. Dhuhrotul Rizqiah selaku
dokter di klinik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya
menghimbau kepada suluruh mahasiswa UINSA untuk memeriksakan diri jika merasa
sakit seperti gejala flu.
NewNews - Pihak klinik akan melakukan penanganan awal
dengan memberikan obat, jika dalam dua minggu belum membaik maka akan langsung
dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) guna mendapatkan
pemeriksaan lebih lanjut. Apabila terbukti terkena Virus Corona, maka
pihak rumah sakit akan melakukan isolasi kepada pasien. “Karena di klinik UINSA
belum memiliki alat yang memadai untuk menangani pasien terjangkit Corona,
sehingga kita akan melakukan rujukan ke Rumah Sakit UNAIR,” ujar Dhuhrotul
ketika diwawancari di ruangannya.
Dhuhrotul menjelaskan bahwa penting bagi kita
untuk selalu menjaga kebersihan, karena virus mudah berkembang biak di
lingkungan yang kotor. Ia juga menambahkan kalau Cina bisa terkena virus ini
dikarenakan perilaku masyarakatnya yang buruk dan kurang menjaga kebersihan,
seperti memakan kelelawar, kecoa, tikus, dan ular. Rutin mencuci tangan sampai bersih
dengan cara yang benar sangat dianjurkan. Karena kita tidak tahu barang yang
kita sentuh bersih atau kotor, bisa jadi di tempat umum seperti pegangan pintu,
eskalator, atau benda lain yang disentuh oleh banyak orang. Penelitian
membuktikan bahwa virus Corona bisa bertahan sampai 24 jam di udara
bebas dan jauh lebih kuat dari virus Tuberculosis (TBC). Sehingga kita
juga dianjurkan untuk menjaga kontak fisik dengan orang lain.
Imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menjadi
kunci utama untuk mencegah virus Corona masuk ke tubuh manusia. Jika
menemui mahasiswa yang sakit flu atau mungkin batuk, sangat dianjurkan untuk
memakai masker. Masker diperuntukkan hanya untuk mereka yang sakit, bukan pada
orang yang sehat sehingga masyarakat tidak perlu panik dan membeli banyak
masker untuk mencegah penularannya. Upaya peningkatan kekebalan tubuh bisa
dengan pola hidup sehat dan makan-makanan yang sehat seperti sayur. “Kita jangan terlalu panik.
Menghadapinya bisa dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” terang Wakil
Dekan II Fakultas Saintek, Misbakhul Munir saat diwawancarai Rabu, 4 Maret
2020.
Beberapa mahasiswa UINSA juga ikut menanggapi hal
itu. Mereka menyayangkan sikap masyarakat yang berlebihan menanggapi virus Corona.
Salah satunya Saskia mahasiswi Ilmu Komunikasi (ILKOM) semester 4 mengatakan
bahwa dirinya sampai kesulitan untuk mencari hand sanitizer di beberapa
tempat. Dia lebih menyikapi virus Corona ini dengan cara menjaga
kebersihan, sering mencuci tangan, dan menjaga imunitas tubuhnya, “Kalau aku
juga lebih hati-hati di tempat umum. Tidak sembarangan memegang benda,” ucap
mahasiswi ILKOM tersebut.
Dhuhrotul berharap mahasiswa UINSA bisa menjaga
kebersihan terutama di lingkungan kampus. Ia sempat miris ketika mendapati
mahasiswa yang melakukan kegiatan perkumpulan dan menggelar rujakan didepan
klinik lalu meninggalkan sampah. Ia juga pernah menemukan sampah di pot-pot
yang terbuat dari keramik di depan klinik, “Dulu saya pernah duduk disitu, kok
ada lalat hijau. Ternyata ada piring, gelas, dan sampah lain yang telah
menjamur di dalam situ. Katanya kebersihan sebagian dari iman,” terangnya.(put/dip/slk).



